What we want to gain right now.

Seseorang berhasil meraih juara dalam olimpiade Fisika. Seorang yang lain berhasil mengumpulkan uang dan jalan-jalan ke luar negeri. Yang lainnya lagi berhasil meraih gelar Doktor. 

Sering kita lihat banyak keberhasilan, banyak kesuksesan yang menghampiri orang-orang di sekitar kita. Pernahkah semua itu membuat kita iri? Sangat mungkin. 

Suatu hari saya pernah dikaruniai "sakit". Saat itu saya hanya berpikir: Ya Allah, ternyata ketika sakit seperti ini, yang benar-benar ingin saya minta adalah "sehat". Bukan yang lain-lain. Ternyata kesehatan adalah kekayaan, kesuksesan, keberhasilan, yang juga didambakan ketika seseorang sakit. Bukan pujian, bukan popularitas, bukan capaian karier, bukan harta yang melimpah. Artinya, kita harus bersyukur dengan keadaan kita. Jenis kesuksesan, jenis keberhasilan, jenis kekayaan yang Allah berikan kepada manusia itu bisa beragam bentuknya. Selama ini mungkin saya terlalu sempit mendefinisikan kesuksesan, kebahagiaan, keberhasilan. Jadi, dari sakit itu, saya pelan-pelan membentengi diri saya dari merasa iri, dengan logika ini, dengan pengalaman empiris saya ini. Alhamdulillah diberi sakit, untuk kemudian menyadari bahwa kebahagiaan itu bisa hadir dalam beraneka warna, tidak hanya dalam sesuatu yang berwujud materiil, popularitas, capaian akademik, capaian karier, dan seterusnya. 

Namun demikian, bukan berarti kita tak layak memperjuangkan hal-hal yang saya sebut di awal tulisan ini. Hidup harus punya motivasi. Dengan mengikuti lomba, kita belajar. Dengan cita-cita jalan-jalan ke luar negeri, kita lebih giat bekerja. Dengan meraih gelar Doktor, kita bisa meraih kesempatan riset yang lebih luas. Semua itu baik, selama niatnya juga baik. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Dokter Mengingatkan tentang Allah

Waspada Penjajahan Ideologi di dalam Aplikasi Belajar Masa Kini

No Classes Today: It’s Graduation Time!