Contoh Tulisan Deskripsi Diri Serdos

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

1. Usaha Kreatif

Berikan contoh nyata semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

Usaha kreatif yang saya lakukan yang pertama adalah memulai kelas dengan motivasi. Biasanya saya melakukan ini dengan berbincang sederhana yang arahnya pada motivasi. Misalnya, mengingatkan kembali impian mereka dan pentingnya perjuangan meraih impian tersebut, tentu dengan ilustrasi atau contoh nyata seperti cerita ataupun quote. 

Selain memberikan motivasi di awal kuliah, saya juga mendiskusikan terlebih dahulu manfaat materi yang dipelajari misalnya pada mata kuliah writing, saya selalu mendiskusikan di awal kelas apa tujuan writing, untuk apa dan apa yang sedang dilatih dalam keterampilan tersebut.

Selain motivasi, pada mata kuliah Composition and Essay Writing, Argumentative Writing ataupun Writing for Academic Purposes saya mendiskusikan dengan mahasiswa manfaat writing, writing itu nanti untuk apa, apa yang sebenarnya sedang dilatih dalam keterampilan menulis. 

Selain itu, di kelas Discourse Analysis and Language Teaching, saya juga mendiskusikan mengapa mata kuliah ini penting misalnya agar nantinya seorang guru atau pendidik memiliki sensitivitas dan kemampuan menganalisa serta memilih bahan ajar digital misalnya YouTube agar tetap  sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Indonesia. Dengan mengetahui manfaat dari materi yang dipelajari atau mata kuliah secara umum, harapannya dapat menciptakan meaningful learning.

Selain itu saya juga selalu memilih materi pembelajaran yang mengandung nilai-nilai positif/baik yang bisa ditarik sebagai refleksi dikaitkan dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari untuk membangun karakter positif. Hal ini misalnya saya lakukan pada kelas Listening. Misalnya, saya mengambil materi tentang cleanliness di Jepang. Lalu saya mencoba kaitkan dengan budaya buang sampah sembarangan yang ada di sekitar kita, terlebih di kampus. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa lebih menyadari tanggungjawabnya terhadap lingkungan. Selain itu saya juga mengambil audio terkait dengan UPF (ultra processed food) dan mendiskusikan bahayanya di kelas, hal ini untuk menyadarkan mahasiswa juga mengingat gempuran UPF dimana-mana saat ini. 

Selain itu tentang false information, hal ini juga untuk mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati menyebarkan informasi, tidak ikut-ikutan menyebarkan sesuatu yang kita tidak mengetahui sumbernya secara jelas. Saya selalu menjadikan mata kuliah saya sebagai sarana untuk menebarkan value kebaikan kepada mahasiswa. Saya selalu menargetkan bahwa setiap materi yang saya pilih harus selalu ada nilai-nilai pendidikannya yang bisa diangkat dan didiskusikan di kelas untuk menambah refleksi bagi mahasiswa. 

Selain mengaitkan dengan nilai-nilai positif dan kesadaran kritis terhadap fenomena di sekitar, usaha lain saya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Saya memberikan Quizziz/Wayground quiz di kelas Writing untuk melatih mereka mengkoneksikan logika satu pernyataan/kalimat degan kalimat yang lain dengan baik, sehingga dapat melatih sensitivitas mereka akan logika kalimat mengingat saat ini ada tantangan dari penggunaan AI oleh mahasiswa yang sering dilakukan dalam proses menulis. Dengan latihan melalui Quizziz mahasiswa dituntut untuk mandiri dalam menelaah kalimat karena harus melakukan hal itu dengan cepat, mengingat di permainan Quizziz dibatasi waktu dalam mengerjakannya.  Link Quizziz.

Selain itu, saya juga membuat bahan ajar seperti materi PowerPoint dan handout untuk mempermudah mahasiswa dalam mengakses materi perkuliahan dan bisa mempelajari lagi/mengulang pembelajaran di kelas. Berikut adalah contoh beberapa bahan ajar yang telah dibuat. Google Sites Link, serta konten YouTube.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, saya juga sering melakukan sharing dengan teman sejawat saya di prodi terkait metode, teknik pembelajaran serta integrasi teknologi pembelajaran di kelas. Misalnya saya pernah sharing dengan salah seorang dosen dalam hal teknik memberikan aktivitas pembelajaran di mata kuliah Writing ataupun Listening kepada para mahasiswa, mengingat gempuran AI yang ada saat ini. Diskusi dengan teman sejawat ini memberikan insight bagi saya dalam mempertimbangkan aktivitas, media atau materi pembelajaran yang saya berikan di kelas. 

 

2. Dampak Perubahan

Jelaskan dampak dari usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan

Saya merasa bahwa memberi motivasi dan mendiskusikan manfaat praktis materi berdampak positif pada sikap belajar mahasiswa. Hal ini terlihat dari respon mereka di awal kelas. Bagi saya, perhatian dan semangat mereka yang diekspresikan dalam eye contact, anggukan, tawa dan tanggapan mereka ketika saya mengawali kelas menjadi indikator penting kesiapan belajar mereka. 

Menghubungkan materi dengan isu global juga membantu meningkatkan awareness dan nilai kehidupan. Dampak jangka pendek pernah saya lihat ketika membahas topik cleanliness: Setelah menonton video inspiratif dan berdiskusi, mahasiswa tidak lagi meninggalkan sampah di kelas. Suatu hari bahkan ada mahasiswa yang kembali hanya untuk mengambil kembali sampah makanannya sambil meminta maaf.

Penggunaan kuis Wayground membuat mahasiswa lebih antusias dan merasa kegiatan listening lebih menyenangkan. Selain itu, penyediaan materi seperti materi di PowerPoint, handout, Google Sites juga dirasakan manfaatnya oleh para mahasiswa. Seorang mahasiswa di mata kuliah Writing menyampaikan bahwa ia menyesuaikan revisinya berdasarkan panduan materi yang telah saya buat. Hal ini menunjukkan bahwa panduan itu efektif membantu proses belajar mereka.


3. Disiplin

Berikan contoh nyata kedisiplinan yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Sebagai bentuk kedisiplinan dalam pelaksanaan pembelajaran, saya selalu melaksanakan perkuliahan sesuai dengan program fakultas, yaitu 14 kali pertemuan setiap semester. Apabila saya berhalangan hadir, saya selalu memberikan konfirmasi sebelumnya kepada mahasiswa dan menggantinya di waktu lain atau menyediakan aktivitas mandiri sebagai alternatif pembelajaran. Saya juga berusaha hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain itu, saya secara rutin melakukan pengecekan kehadiran untuk memastikan mahasiswa merasa kehadirannya dihargai. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti perkuliahan juga saya minta untuk melakukan konfirmasi, agar mereka terbiasa bersikap disiplin dan tidak menyepelekan kewajiban hadir dalam kelas. 

Saya juga disiplin dalam mengecek tugas mahasiswa serta memberikan feedback kepada mereka, misalnya dalam mata kuliah writing mini research article, saya beri waktu mereka satu pekan mengerjakan bagian abstrak dan introduction. Setelah deadline usai, saya memberikan feedback kepada mereka terkait dengan tulisan mereka. Bagi saya kedisiplinan dalam memberikan feedback juga penting agar mahasiswa merasa bahwa apa yang dikerjakan dihargai dan mahasiswa merasa dibimbing oleh dosennya.

Sebagai bagian dari kedisiplinan profesional, saya juga membiasakan diri menggunakan classroom English selama perkuliahan, sesuai dengan tuntutan kompetensi program studi. Kebiasaan ini tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga menjadi wujud komitmen saya untuk memberikan teladan kedisiplinan berbahasa di lingkungan akademik.


4. Keteladanan

Berikan contoh nyata keteladanan yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran, saya berusaha menunjukkan keteladanan sebagai bagian dari profesionalitas saya sebagai dosen. Salah satu bentuk keteladanan sederhana namun bermakna adalah selalu menghapus papan tulis setelah digunakan. Kebiasaan kecil ini saya lakukan untuk menjaga kerapian ruang kelas sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab kepada mahasiswa.

Saya juga membiasakan diri menyapa mahasiswa dan mengucapkan salam “assalamualaikum” setiap kali bertemu sebagai bentuk keramahan, penghormatan, dan upaya membangun hubungan interpersonal yang baik. Saya meyakini bahwa suasana belajar yang humanis dapat terbentuk melalui perhatian kecil namun dilakukan secara konsisten. Keteladanan seperti ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa sehingga mereka pun menginternalisasi sikap positif dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Selain itu, saya menghargai setiap proses belajar yang dilakukan mahasiswa. Sekecil apa pun pertanyaan atau kontribusi mereka, saya selalu memberikan tanggapan dan feedback agar mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terlibat aktif. Dalam interaksi sehari-hari, saya menerapkan prinsip 3S (senyum, sapa, salam) serta membiasakan penggunaan tiga kata kunci dalam komunikasi interpersonal — “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf” — sebagai bagian dari pembelajaran karakter yang saya integrasikan dalam proses perkuliahan.

Dalam pengelolaan kelas, saya juga bersikap demokratis. Ketika memberikan tugas, saya berdiskusi dengan mahasiswa untuk menentukan batas waktu (deadline) yang realistis. Saya memahami bahwa mereka memiliki beban akademik lain, sehingga saya ingin menjaga keseimbangan dan kesehatan mental mereka. Melibatkan mahasiswa dalam penentuan deadline tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab, manajemen waktu, dan sikap saling menghargai.

 

5. Keterbukaan Terhadap Kritik

Berikan contoh nyata keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran, saya selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, maupun memberikan kritik. Saya memandang keterbukaan ini sebagai bagian penting dari profesionalitas dan integritas saya sebagai pendidik. Dengan menyediakan ruang dialog, mahasiswa merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keberanian akademik serta kemampuan berpikir kritis.

Menjelang akhir penilaian, saya secara khusus menanyakan kepada mahasiswa apakah ada yang ingin mengkritisi atau mengonfirmasi nilai yang mereka peroleh. Untuk menjaga akuntabilitas, saya telah menyiapkan aspek penilaian secara jelas dan terdokumentasi sehingga setiap nilai dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Saya ingin memastikan bahwa mahasiswa memahami dasar penilaian yang saya gunakan dan merasa diperlakukan secara adil.

Saya juga menyadari bahwa dalam kepadatan pekerjaan dan tingginya beban akademik, sebagai manusia saya bisa saja melakukan kesalahan, misalnya keliru mencatat nilai atau melewatkan salah satu tugas. Karena itu, saya selalu membuka diri apabila mahasiswa ingin mengingatkan atau menyampaikan temuan mereka. Sikap terbuka ini saya anggap penting untuk menjaga kepercayaan, mengedepankan transparansi, dan membangun budaya akademik yang sehat sekaligus kolaboratif.




 

YouTube content

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waspada Penjajahan Ideologi di dalam Aplikasi Belajar Masa Kini

Ketika Dokter Mengingatkan tentang Allah

Benteng dari Serangan "Musuh"