Kondisi Psikologi Berpengaruh terhadap Bahasa
Pernahkan kau berada di sebuah situasi seperti ini kawan? Sedari pagi banyak hal yang mengecewakan, orang dipesenin kue malah ngelunjak, butuh cuma 20 biji, dia bilang batas minimal pesanan 50, alasannya karena sedang libur, baiklah. Kita sebel, tapi harus tetap sediakan ruang berbaik sangka, misalnya "o mungkin ini terkait hitung-hitungan dia mempersiapkan bahan". Ada beberapa hal dalam hidup ini yang aku mungkin tidak tahu. Aku harus sediakan ruang "praduga tak bersalah" bagi orang yang mengecewakanku. Aku harus membayangkan berada di posisi penjual tersebut.
Seperti halnya ketika aku sebagai penjual Shopee, mendapat pesanan gula aren sebanyak 2 biji, padahal stok di rumah sedang kosong, artinya aku harus kulakan, hanya untuk 2 biji saja, dengan biaya transportasi yang tinggi, untuk 2 biji saja? nah mungkin hitung-hitungan semacam itulah yang dipertimbangkan oleh penjual.
Semakin kita paham dan bisa membayangkan berada di posisi seseorang itu maka kita akan bisa mengendalikan emosi kita.
Kekesalan keduaku hari ini adalah saat pesan gula aren, penjualnya (suppliernya) late response, padahal notifikasi toko Shopee sudah selalu muncul (untuk segera mengirimkan pesanan), orang yang diminta bantuan untuk mengambil pun kemarin komplain karena saat dia ke sana ternyata barang/produk belum disiapkan oleh supplier. Keadaan ini tentu membuatku selaku penjual/reseller harus sabar, meladeni 2 orang yaitu supplier dan juga tetangga/karyawan yang aku minta tolong ambil produk tersebut. Si tetangga komplain karena harus menunggu dan barang yang mau diambil belum siap, kemudian si supplier ini juga tidak sat set menanggapi pesananku. Benar-benar menguras kesabaran.
Namun aku harus ingat untuk jaga kata-kata.
Ya, kata-kata harus selalu dijaga agar tidak menyakiti atau menyinggung berbagai belah pihak.
Saat berada di posisi seperti ini kita harus bisa mengendalikan diri, harus ingat, kita boleh emosional tapi kita harus tetap mempertimbangkan kata-kata yang kita ucapkan.
Jadi ternyata psikologi itu sangat berkaitan dengan bahasa. Jika kita tidak bisa meredam emosi kita, maka bisa saja keluar kata-kata kasar dan emosional dari diri kita. Dan hal tersebut tidak baik.
Saat berjualan di Shopee ini aku belajar untuk tetap menggunakan bahasa yang sopan dan tidak arogan dalam berkomunikasi dengan penjual ataupun pembeli.
Aku lihat banyak orang yang meluapkan kekecewaan mereka dengan makian, dan cacian semisal ketika produk yang dikirim tidak sesuai.
Seandainya ketidaksesuaian itu karena memang kekhilafan penjual dan tidak ada maksud sengaja dari penjual, maka sudah seharusnya si penjual minta maaf dan pembeli pun juga tetap harus sabar dan menjaga kata-katanya.
Ada juga penjual yang memang sengaja mengirim produk yang tidak sama dengan yang diinginkan oleh pembeli. Nah kalau yang ini aku secara pribadi masih sedikit mentolerir jika pembeli menyampaikan rasa emosionalnya dengan kata-kata, tapi tetap sebaiknya kata-kata yang wajar dan tidak berlebihan. Namun, menurutku sebaik-baiknya orang, adalah yang bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan amarah atau emosionalnya. Memberitahu penjual dan memberi saran kepada penjual agar berdagang dengan jujur adalah hal yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar